MAKALAH
“ Fungsi Agama dan Pemberdayaan Umat Islam di Berbagai Bidang “
Dosen Pengampu : Drs. H. M. Husni Abdullah, M.Pd . Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam

Disusun Oleh : PGSD – A / 2012
1. Desi Dwi Riana ( 121644001)
2. Nur Afida ( 121644002)
3. Elsa Rizki L ( 121644004)
4. Veronika S.W.P ( 121644005)
5. Hannita Nur R ( 121644006)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menjalani kehidupan, manusia pastinya memerlukan agama sebagai pedoman, agar selalu berada di jalan yang benar. Dalam Al-Qur’an, agama disebut Millah, misalnya Millatu Ibrahim yang artinya agama (yang dibawa) Ibrahim.(An-Nahl:123). Selain itu dalam Al-Qur’an agama disebut juga din atau ad-din. Misalnya: lakum dinukum waliya din yang artinya bagimu din ( agama )mu, dan bagiku din (agama)ku. (Al-Kafirun Ayat 6).
Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
Fungsi Agama dan dakwah, mempunyai hubungan yang erat, jika kita sudah memahami mengenai fungsi agama, pastinya nanti kita akan termotivasi untuk melakukan dakwah. Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, namun realitanya orang hanya memahami secara parsial, dalam arti dakwah hanya dipahami secara keagamaan saja, misalnya dalam bentuk nasihat,pengajian , dan acara – acara keagaamaan saja, dan lain sebagainya. Melalui Dakwah Umat islam di Indonesia, harus menjadi umat yang moderat, umat yang saling membahu, dan umat yang memiliki tujuan bersama untuk maju dalam berbagai bidang. Dalam bidang ekonomi misalnya, moderat dapat diartikan sejahtera, berarti umat islam Indonesia harus Sejahtera. Dalam budaya, moderat dapat diartikan tidak ekstrim, artinya umat islam harus mampu beradaptasi dengan budaya dengan tetap melakukan filter yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam bidang politik, moderat dapat diartikan terbuka, arti nya umat islam harus terbuka untuk berinteraksi dan berdialog dengan pihak manapun tanpa memaksakan ideologi politik. Dalam bidang Pendidikan moderat diartikan berperadapan tinggi, maksudnya umat islam Indonesia harus maju, tidak terbelakang dalam pendidikan. Dalam bidang keagamaan, moderat diartikan menerima perbedaan, artinya umat Islam harus bijaksana dalam menghadapi kemajemukan dengan menunjukan sikap saling menghormati dan mengasihsayangi, tidak sebaliknya membenci. Oleh karena itu, mempelajari fungsi agama dan dakwah untuk pemberdayaan umat islam Indonesia adalah sangat penting.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang tersebut, maka beberapa masalah yang dapat di rumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Mengapa Manusia perlu Beragama ?
2. Apa saja fungsi agama bagi manusia ?
3. Apa saja indikator – indikator orang beragama ?
4. Bagaimana fakta empirik tentang kondisi umat Indonesia dalam berbagai bidang ?
5. Bagaimana konsep dakwah dan bentuk kongkit dakwah untuk pemberdayaan umat Islam Indonesia di berbagai bidang ?
6. Siapa saja pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat Islam Indonesia ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan uraian tersebut, secara terperinci tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1) Mempelajari dan memahami alasan – alasan manusia perlu beragama.
2) Mempelajari dan memahami Fungsi agama bagi Manusia.
3) Mempelajari dan memahami indikator – indikator Manusia yang Beragama.
4) Mengamati dan mempelajari fakta empirik tentang kondisi umat islam Indonesia di berbagai bidang.
5) Mempelajari dan memahami dakwah dan pemberdayaan umat islam di indonesia.
6) Mengetahui pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat Islam Indonesia.
1.4 Manfaat
Berdasarkan hal tersebut, manfaat penulisan sebagai berikut :
1. Agar pembaca mengetahui alasan – alasan manusia perlu beragama.
2. Agar pembaca mengetahui dan memahami fungsi agama bagi manusia.
3. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami indikator – indikator Manusia yang beragama.
4. Agar pembaca mengetahui fakta – fakta empirik kondisi umat Islam Indonesia.
5. Agar pembaca mengetahui pengetahuan tentang dakwah dan pemberdayaan umat islam di Indonesia.
6. Agar pembaca mengetahui pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat islam Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN
( Fungsi Agama dan Pemberdayaan Umat di Berbagai Bidang )
2.1 Fungsi Agama dalam Kehidupan Manusia
Dalam menjalani kehidupan, manusia pastinya memerlukan agama sebagai pedoman, agar selalu berada di jalan yang benar. Dalam Al-Qur’an, agama disebut Millah, misalnya Millatu Ibrahim yang artinya agama (yang dibawa) Ibrahim.(An-Nahl:123). Selain itu dalam Al-Qur’an agama disebut juga din atau ad-din. Misalnya: lakum dinukum waliya din yang artinya bagimu din ( agama )mu, dan bagiku din (agama)ku. (Al-Kafirun Ayat 6). Menurut Drs. Hasbullah Bakry, menyebutkan bahwa: “ Agama adalah jalan hidup dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berpedoman kitab suci dan dipimpin oleh seorang nabi”. Dengan definisi ini dapat diketahui, bahwa yang dimaksud agama itu mengandung empat macam unsur: 1. Agama itu merupakan jalan hidup ( way of life ).
2. Agama itu mengajarkan kepercayaan (keimanan) adanya Tuhan Yang Maha Esa.
3. Agama itu mempunyai kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu yang diterima oleh nabinya dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Agama itu dipimpin oleh seeorang Nabi. Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
2.1.1. Alasan – alasan Manusia perlu beragama Agama
sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah membutuhkan agama. Berikut ini adalah sebagian dari alasan – alasan mengapa manusia perlu beragama :
1. Manusia Memerlukan agama untuk membantu dan memberikan pencerahan spiritual pada dirinya.
2. Agama mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan kepada Allah atas segala usaha yang telah dilakukan ( tawakal ).
3. Melalui informasi agamalah penyandaran kepada Allah dilakukan.
4. Agama merupakan respons terhadap kebutuhan untuk mengatasi kegagalan yang timbul akibat ketidak mampuan manusia untuk memahami kejadian atau peristiwa yang tidak diketahui dengan tepat.
5. Dalam menghadapi masalah, Agama mengajarkan kepada manusia agar menyerahkan sepenuhnya kepada Allah melalui cara – cara spiritual.
6. Agama juga memberi isyarat kepada manusia dan alam bahwa ada Zat yang lebih unggul, Zat Yang Maha segalanya.
7. Agama diperlukan untuk menjadi dasar dalam menata kehidupan.
8. Agama menjadi bagian dari kehidupan kita dalam berbagai aspek , profesi dan waktu yang kita jalani.
2.1.2. Fungsi Agama bagi Manusia
Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalamkehidupan manusia, antara lain adalah: 1. Karena agama merupakan sumber moral
2.Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
3.Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalahmetafisika.
4.Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusiabaik di kala suka, maupun di kala duka.
Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. S.al-Nahl (16) : 78. “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahuapa-apa. Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapisedikit di antara mereka yang mensyukurinya”.
Dalam keadaan yang demikian itu, manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan, baik dari dalam, maupun dari luar dirinya. Godaan dan rayuan dari dalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.Godaan dan rayuan yang berusaha menarik manusia ke dalaml ingkungan kebaikan, yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin disebut dengan malak Al-hidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada hidayah atau kebaikan.
2.Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada kejahatan,yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah, yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan.
Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia darikejahatan :atau kemungkaran.
Ada beberapa fungsi dari agama, yaitu :
1. Fungsi Agama Kepada Manusia Dari segi pragmatisme,
seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang diuraikan di bawah:
1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia senantiasa memberi penerangan mengenai dunia (sebagai satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia didalam dunia. Penerangan bagi perkara ini sebenarnya sukar dicapai melalui indra manusia,melainkan sedikit penerangan dari falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati Allah SWT.
2. Menjawab berbagai persoalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian persoalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan persoalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya persoalan kehidupan sesudah mati, amatlah menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Maka, maka “fungsi agama” menjawab persoalan-persoalan ini.
3. Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah kerena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, malah tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
4. Memainkan fungsi kawanan sosial.
Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial.
2. Fungsi Sosial Agama
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor). Pembahasan tentang fungsi agama, disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat.
1. Fungsi Integratif Agama
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.
2. Fungsi Disintegratif Agama.
Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkaneksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain.
3. Fungsi Agama Menurut Zakiah Daradjat
Zakiah Daradjat berpendapat bahwa agama sebagai sumber sistem nilai merupakan petunjuk/pedoman dan pendorong bagi manusia untuk memecahkan berbagai persoalan hidupnya. Sebagai petunjuk/pedoman, agama memberikan isyarat kepada manusia agar hidup yang dijalani tidak salah. Agama tidak sekedar diyakini dan diucapkan tetapi juga diamalkan dan dan diinternalisasikan dalam aktivitas yang dijalankan manusia. Sebagai pendorong, agama menjadi motivator yang paling kuat dalam meneguhkan keyakinan manusia. Al-Qur’an mengajarkan barang siapa yang bersungguh – sungguh memohon kepada Allah, Allah pasti mengabulkan.(QS. Al-Baqarah:186). Oleh karena itu, kita jangan sampai kehilangan motivasi agama dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam menggapai cita – cita.
4. Fungsi Agama Menurut Thomas F. O’dea
Menurut Thomas F.O’dea dalam Ahmad Saebani agama berfungsi menyediakan motivasi positif bagi pemeluknya, serta sebagai pelipur lara dan rekonsiliasi. Motivasi positif yang dimaksud dapat diilustrasikan sebagai berikut: Ketika seseorang mengalami musibah, pasti akan merasa sedih,kecewa,frustasi dan lain sebagainya. Pada saat itulah orang beragama tidak boleh larut dalam kesedihan dan menyandarkan kepasrahannya kepada Allah sebagai Zat yang memberi pertolongan. Motivasi positif juga dapat digambarkan bahwa ketika seseorang menginginkan sesuatu yang diharapkan tercapai, agama memberikan dorongan kepada orang tersebut supaya memiliki tekad bulat dan optimis sebagai modal utama suatu keberhasilan seraya berikhtiar kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan semua yang diinginkan.
Gambaran Agama yang berfungsi sebagai pelipur lara maksudnya, ketika seseorang mengalami kenyataan hidup yang menyedihkan, maka agama memberikan kabar gembira bahwa itu semua akan mendapatkan balasan yang lebih baik asalkan seseorang itu ikhlas dan sabar dalam menjalani ujian itu, karena semua itu berasal dan akan kembali kepada Allah.(QS Al-Baqarah:155-156). Gambaran Agama yang berfungsi sebagai Rekonsilisasi maksudnya adalah ketika seseorang atau kelompok sedang dihadapkan pada suatu kebencian terhadap sesama bahkan pertikaian yang pada akhirnya melahirkan ketegangan dan permusuhan, maka agama mengajarkan kepada kita bahwa kita adalah bersaudara, sama – sama sebagai hamba Allah, karena itu kebencian dan permusuhan tidak patut kita lakukan.
5. Fungsi Agama Menurut Teori Ibnu Khaldun
Menurut Teori Ibnu Khaldun (dalam Saebani,2007) agama berfungsi sebagai pendorong kuat bagi terbentuknya perilaku kolektif dalam suatu kelompok karena agama dipanndang sebagai salah satu bagian dari sistem sosial dan budaya. Ketika seseorang berada dalam komunitas orang yang sedang berbuat kebaikan maka orang itu secara langsung maupun tidak langsung akan terdorong untuk melakukan hal serupa seperti orang – orang yang ada di komunitas itu, terlepas dari perasaan terpaksa atau tidak.
6. Fungsi Agama Menurut Endang Saifudin Ashari
Menurut Endang Saifudin Ashari, agama berfungsi sebagai pustaka kebenaran. Dalam kaitan ini, dapat dijelaskan bahwa agama memberikan kebenaran mutlak, memberikan kepastian, memberikan referensi bagi manusia, untuk membimbing kehidupannya. Oleh karena itu, manusia tidak boleh meragukan kebenaran dan kepastian yang bersumber dari agama.
7. Fungsi Agama Menurut H.M. Rasjidi H.M.
Rasjidi menjelaskan fungsi – fungsi agama sebagai berikut:
1. Agama sebagai sistem kepercayaan,
agama akan memberikan pegangan yang lebih kokoh tentang masa depan yang lebih pasti bagi manusia.Disamping itu, sistem kepercayaan yang benar dan dihayati dengan mendalam akan menjadikan manusia sebagai seseorang yang memiliki takwa.
2. Agama sebagai sistem ibadah,
agama akan memberikan petunjuk kepada manusia, tentang tata cara berkomunikasi dengan Tuhan menurut yang dikehendakiNya sendiri. Sistem ini tidak diragukan lagi manfaatnya yang dapat menetralisir keadaan jiwa manusia sehingga tercipta suasana optimisme dalam hidup.
3. Agama sebagai sistem kemasyarakatan,
agama akan memberi pedoman dasar dan ketentuan pokok yang harus dipegangi oleh manusia dalam mengatur hubungannya dengan sesama, baik secara individu maupun kelompok, yang akhirnya tercipta aturan – aturan yang harus disepakati, yang diantaranya meliputi hak dan kewajiban.
2.1.3. Indikator Manusia yang Beragama
1. Keteguhan Iman
Gambaran keteguhan iman seseorang dapat dilihat dari sikap dan perilakunya.
Sikap dapat mencerminkan seseorang apakah ia termasuk orang yang teguh dalam memegang prinsip ataukah orang yang mudah terpengaruh. Sedangkan perilaku dapat mencerminkan perbuatan seseorang apakah perbuatannya mengarah pada hal-hal yang positif atukah negatif. Seseorang yang memiliki keteguhan iman akan selalu beupaya bahwa kehidupan yang dijalani tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama. Dalam pengalaman hidup manusia, iman akan senantiasa mengalami pasang-surut. Pasang-surutnya iman akan menggambarkan apakah seseorang itu termasuk orang yang teguh imanya ataukah rapuh. Pasang-surutnya iman selain karena faktor internal ( jiwanya yang kosong dengan nilai – nilai agama ) juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, misalnya himpitan ekonomi, ditawari pindah agama dan dijamin kehidupannya , faktor pergaulan, dan lain sebagainya. Hal yang demikian menggambarkan bahwa seseorang tidak memiliki keimanan yang teguh.
2. Konsistensi dalam Menaati Ajaran Agama
Ada sebagian orang yang memahami bahwa kita menjalankan ajaran agama itu secukupnya saja, tidak perlu terlalu taat dan juga tidak sering melanggar ajaran agama. Bahkan ada yangt menganggap kita beragama itu STMJ saja, yaitu shalat terus, maksiat jalan. Hal yang demikian sesungguhnya menunjukkan ketidak konsistenan kita kepada Allah. Al-qur’an mengajarkan kita untuk konsisten memegang iman dan menjalankan ajaran agama dengan baik. Dengan konsisten beragama itulah Allah akan memberikan balasan yang lebih baik bagi kita, baik didunia maupun di akhirat. Dalam beragama juga terdapat pilar-pilar yang dapat memberikan indikator apakah seseorang telah beragama secara holistik, dalam bahasa agama disebut kaffah(menyeluruh) ataukah parsial saja. Pilar tersebut mengadopsi pada pilar pendidikan menurut UNESCO, yang dalam istilahagama dapat disandingkan dengan istilah ilmu, amal, dan ihsan.
Pilar-pilar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
Pertama,learning to know atau ilmu (belajar mengetahui), dalam agama seseorang harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk dapat menjalankan ajaran agama dengan baik agar tidak keliru dan agarberagamanya juga lebih berkualitas karena didasarkan pada ilmu.
Kedua, learning to do atau amal (belajar untuk mengamalkan), agama tidak sekedar untuk diketahui akan tetapi ia perlu dilakukan secara konkrit atau diamalkan dalam bentuk ibadah-ibadah ritual dan sosial.Konsistensi seseorang dalam beragama dapat dilihat dari apakah diadapat mejalankan perintah agama dengan baik ataukah tidak, apakah diadapat meninggalkan apa yang dilarang oleh agama atau tidak.
Ketiga,learning to be atau ihsan secara pribadi, agama yang telah diketahui dan diamalkan harus dapat membentuk kepribadian yang baik bagi seseorang yang telah beragama. Dengan kata lain, seseorang harus menjadi pribadi yang baik karena telah mengetahui dan mengamalkan ajaran agama.
Keempat,learning to live together, dalam beragama bukan hanya sekedar berurusan dengan Allah akan tetapi juga berurusan dengan sesama yang diwujudkan dalam bentuk jalinan hubungan baik dengan sesama.
3. Kesalehan dalam Bersikap dan Berperilaku
Seseorang yang telah meneguhkan keimanannya, kemudian menaati apa saja yang ditetapkan oleh agama, baik dalam bentuk perintah maupun larangan, belum dapat dikatakan sempurna imannya kalau belum mewujudkan kesalehan dalam dirinya. Kesalehan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari adalah membangun kesadaran bahwa kita sesama hamba Allah harus saling berbuat baik kepada sesama, tidak saling membenci, memfitnah, memusuhi,apa lagi mencelakakan orang lain.
Bagi umat Islam, dalam mewujudkan kesalehan individu dan kesalehan sosial memiliki rujukan keteladanan, yakni pribadi Nabi Muhammad SAWs ebagaimana firman Allah : Laqad kanna nlakum fii rasulillahi uswatunhasanah...(QS. Al-Ahzab : 21). Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapatsuri tauladan yang baik bagi kalian. Dalam hidup bermasyarakat Rasulullah selalu menghadirkan kesejukan, kenyamanan, kemanfaatan, dan kebaikan-kebaikan lainnya sehingga lawan pun menjadi segan. Kesalehan yang demikianlah yang dapat mengantarkan Rasulullah SAW sukses dalammeujudkan masyarakat madani.Perbedaan orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beragama dan orang-orang yang pura-pura dalam beragama dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu apakah orang itu imannya teguh atau rapuh, apakah orang itu konsisten menaati ajaran agama ataukah mengabaikannya, apakah orang itu memiliki kesalehan dalam bersikap dan berperilaku ataukah tidak berakhlak (bermoral).
2.2 Dakwah dan Pemberdayaan Umat Islam Indonesia
Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, namun realitanya orang hanya memahami secara parsial, dalam arti dakwah hanya dipahami secara keagamaan saja, misalnya dalam bentuk nasihat,pengajian , dan acara – acara keagaamaan saja, dan lain sebagainya. Dakwah arti bahasanya : ‘menyeru’, ‘mengajak’, ‘memanggil’, ‘mengundang’. Dakwah arti istilah : “suatu strategi penyampaian nilai-nilai Islam kepada umat manusia demi terwujudnya tata kehidupan yang imani dan realitas hidup yang islami.” Dakwah dalam arti luas : “ suatu ajaran agama islam yang dapat memberikan penguatan umat sehingga umat islam bisa berdaya dalam berbagai bidang
Melalui Dakwah Umat islam di Indonesia, harus menjadi umat yang moderat, umat yang saling membahu, dan umat yang memiliki tujuan bersama untuk maju dalam berbagai bidang. Dalam bidang ekonomi misalnya, moderat dapat diartikan sejahtera, berarti umat islam Indonesia harus Sejahtera. Dalam budaya, moderat dapat diartikan tidak ekstrim, artinya umat islam harus mampu beradaptasi dengan budaya dengan tetap melakukan filter yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam bidang politik, moderat dapat diartikan terbuka, arti nya umat islam harus terbuka untuk berinteraksi dan berdialog dengan pihak manapun tanpa memaksakan ideologi politik. Dalam bidang Pendidikan moderat diartikan berperadapan tinggi, maksudnya umat islam Indonesia harus maju, tidak terbelakang dalam pendidikan. Dalam bidang keagamaan, moderat diartikan menerima perbedaan, artinya umat islam harus bijaksana dalam menghadapi kemajemukan dengan menunjukan sikap saling menghormati dan mengasihsayangi, tidak sebaliknya membenci.
2.2.1. Fakta Empirik tentang Kondisi Umat Islam Indonesia dalam Berbagai Bidang
1. Bidang Ekonomi
Jika kita perhatikan kondisi masyarakat di pinggiran kota Jakarta, baik di daerah Banten, Jawa Barat atau pun di Jakarta itu sendiri. Kita akan menemukan perkampungan-perkampungan kumuh yang diisi oleh masyarakat miskin. Gambaran kemiskinan ini juga dapat kita lihat di desa-desa, terutama di daerah pertanian yang jauh dari perkotaan. Kenyataan ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan, kemiskinan, terjadi di perkotaan maupun di pedesaan. Pendapatan mereka tidak lebih dari $ 5/hari (mungkin malah kurang). Mereka tinggal di daerah-daerah (pinggiran kota) seperti terisolasi dari peradaban, padahal letak dari ibu kota negeri ini tidak lebih dari ratusan kilometer saja. Bandingkan dengan pendapatan di negara-negara tetangga kita, seperti di Malaysia, Singapura, Australia dan apalagi di negeri barat sana. Di negara-negara ini pendapat masyarakat paling rendah adalah $ 20 /jam jika sehari mereka kerja delapan jam berarti pendapatn mereka $ 160 USD, jika di rupiahkan sekitar Rp. 1.440.000,- (Satu juta empat ratus empat puluh ribu rupiah). Hitungan ini sama-sama berdasar pada pekerjaan yang paling kasar dan tidak membutuhkan keahlian khusus, seperti kuli bangunan, cleaning service, penjaga toko dan lainya. Itu artinya pekerjaan sehari di luar negeri sama dengan gaji orang kantoran satu bulan.
Kondisi ekonomi yang tidak mengalami perubahan berarati, mengakibatkan lahirnya berbagai persoalan sosial. Terutama kesenjangan ekonomi yang semakin tajam akan mengancam stabilitas sosial politik bangsa. Meningkatnya orang-orang kaya dengan pendapatan jauh melebihi masyarakat pada umumnya akan semakin memperuncing persoalan akibat kesenjangan sosial ini. Karena kesenjangan ini membuat frustasi orang-orang miskin di bumi ini, sekaligus akan memacu tingkat kejahatan di negeri ini. Berbicara kemiskinan di Indonesia sama saja berbicara kemiskinan umat islam, karena mayoritas penduduk indonesia adalah muslim. Oleh karena itu diperlukan solusi agar tidak terjadi kesenjangan dan ketimpangan sosial yang mencolok. Jumlah umat islam yang besar itu merupakan potensi untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, tapi apa daya umat islam , Indonesia sendiri hingga kini masih miskin. Kemiskinan itu bisa terjadi karena tidak berpihak kepada rakyat ( kemiskinan struktural), akan tetapi disisi lain, juga terjadi karena kemalasan untuk memperdayakan potensi yang dimiliki( kemiskinan kultural).
2. Bidang Budaya
Secara budaya umat indonesia, banyak yang disetir oleh budaya asing, sehingga tanpa disadari mereka telah berklibat pada budaya asing, seperti dalam hal gaya hidup, pergaulan, pakaian, makanan, dan lain – lain. Realitas yang demikian, sesungguhnya memprihatinkan kita bersama. Disisi lain, dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, tidak terkecuali masyarakat muslim juga ikut – ikutan menjajahkan diri ke dalam kebiasaan barat yang negatif.
Banyak umat Islam sekarang ini sudah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Islam hanya dijadikan sebagai identitas pribadi seperti yang tertulis di KTP, namun prilakunya tak jauh beda dengan orang-orang nonmuslim. Kita juga sering melihat di TV, banyak artis-artis yang beragama Islam tapi pakaiannya seperti orang telanjang, serta yang anehnya lagi dipertontonkan kepada khalayak umum seolah-olah seperti itulah kelakuan dan penampilan seorang muslim.
Hari ini mulai dari anak kecil sampai orang tua sekalipun terkagum-kagum melihat budaya Barat dan meninggalkan budayanya yang Islami yang menjadi budaya nenek monyang kita bersama, seolah-olah budaya Baratlah yang paling baik dan sempurna. Dan anehnya mereka mempraktikkan langsung dalam kehidupanya sehari-hari mulai dari cara berumah tangga, dalam berpakaian, pergaulan, semua kita meniru budaya Barat. Padahal Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, namun mengapa kita tidak mengindahkan budaya kita sendiri. Umat Islam harus bangkit kembali meraih kemajuan, namun cara untuk meraihnya tidaklah mudah, butuh proses yang tepat untuk menemukan kunci kemajuan umat Islam. Di antara hal-hal yang perlu kita lakukan adalah: Pertama, mulailah dari kesadaran diri, mulai dari hati kita sendiri dan mulailah pada saat ini, karena itulah modal utama untuk meraih kemajuan. Kedua, bukalah pemikiran yang baru untuk memikirkan realitas yang terjadi selama ini. Ketiga, belajar mengkaji ilmu pengetahuan baik yang ada dalam Islam maupun di Barat, kita jangan menjadi anti-Barat dan juga jangan menelan mentah-mentah setiap yang datang dari Barat, kita harus mengkaji secara mendalam sehingga kita bisa mengambil sisi positif. Keempat, bekerja keras tanpa ada rasa lelah dan menyerah karena Islam tidak pernah mengenal kata-kata menyerah. Dan, kelima, persatuan seluruh umat Islam, inilah yang sangat penting untuk di wujudkan supaya Islam menjadi kuat dan bersatu karena umat Islam adalah umat yang bersaudara. 2.2.2. Dakwah dan Bentuk Kongkrit Pemberdayaan Umat Islam Indonesia 1. Bidang Ekonomi Umat Islam yang berada dibawah garis kemiskinan, perlu mendapat sentuhan langsunguntuk diperdayakan hidupnya agar mencapai taraf hidup yang layak, melalui progam – progam kongkrit seperti PNPM, progam penyaluran harta dari zakat, dan lain sebagainya. 2. Bidang Pendidikan Umat Islam perlu mendapat penyuluhan akan arti pentingnya pendidikan melelui progam partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan, perlu dirintisnya pendidikan murah,bahkan gratis. 3. Bidang Budaya Fenomena sebagian besar generasi muda islam sudah mulai bergeser ke barat, sikap yang mereka tunjukan adalah kebebasan tanpa kontrol norma-norma agama.Realita yang demikian, kita membutuhkan progam kegiatan yang lebih bermanfaat dengan kemasan yang lebih menarik bagi anak muda, seperti kompetetisi olahraga, unjuk keterampilan, kegiatan keagamaaan, dan lain sebagainya. 3. Bidang politik Umat Islam masih masih menjadi sasaran politik uang, mudah terbawa arus.Oleh karena itu, perlu pemberdayaan politik umat islam, misalnya adanya pencerahan politik melelui penyuluhan, dan penerapan prinsip kejujuran sesuai hati nurani dalam melakukan kegiatan politik. 4. Bidang Keagamaan Di bidang keagamaan, perlu adanya, penyadaran bagi umat islam bahwa ktika seseorang sudah menjadi muslim maka ada konsekuensi untuk bertakwa kepada Alloh SWT. Penyadaran dapat dimulai dari orang tua pada anak – anaknya yang dimulai sejak dini. Keteladanan terlebih dahulu, dari generasi yang lebih tua, agar proyeksi menjadikan generasi muda menjadi pemeluk agama yang konsisten bisa tercapai dengan mudah.
2.2.3. Pihak yang Berperan dalam Pemberdayaan Umat Islam Indonesia Menurut AS Hikam,
LSM mempunyai peran penting dalam pembberdayan masyarakat sipil.. Salah satu kemempuannya memperkuat masyarakat akar rumput melalui berbagai aktivitas pendamping, pembelaan dan penyadaran. Disamping itu, secara individual, pemberdayaan umat islam indonesiadapat dilakukan oleh orang – orang yng memikili kepeulian masa depan umat islam indonesia. Disisi lan, gerakan nasional di bidanng pemberdayaan umatislam perlu di maksimalkan lagi Di samping itu pemerintah selaku penyelenggara negara juga memiliki kewajiban untuk memperdayakan rakyatnya melalui progam yang berpihak pada rakyat, menyantuni fakir miskin dan anak telantar, menyediakan lapangan kerja yang memadai, tidak melakukan ekonomi kapitalis, melakukan filter terhadap budaya asing, membuat kebijakan pendidikan yang biayanya terjangkau, membuat saluran dialog dan interaksi sosial agar terwujud kehidupan sosial yang harmonis, serta membuat kebijakan yang dapat melindungi semua pemeluk agama.
BAB III
PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
Fungsi Agama dan dakwah, mempunyai hubungan yang erat, jika kita sudah memahami mengenai fungsi agama, pastinya nanti kita akan termotivasi untuk melakukan dakwah. Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, Dakwah tidak sekedar memperdayakan umat islam di bidang keagamaan saya, tetapi juga bidang yang lain. .
3.2 Saran
Perlu ditingkatkan lagi Pemberdayaaan umat islam melalui dakwah.
Dosen Pengampu : Drs. H. M. Husni Abdullah, M.Pd . Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam

Disusun Oleh : PGSD – A / 2012
1. Desi Dwi Riana ( 121644001)
2. Nur Afida ( 121644002)
3. Elsa Rizki L ( 121644004)
4. Veronika S.W.P ( 121644005)
5. Hannita Nur R ( 121644006)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menjalani kehidupan, manusia pastinya memerlukan agama sebagai pedoman, agar selalu berada di jalan yang benar. Dalam Al-Qur’an, agama disebut Millah, misalnya Millatu Ibrahim yang artinya agama (yang dibawa) Ibrahim.(An-Nahl:123). Selain itu dalam Al-Qur’an agama disebut juga din atau ad-din. Misalnya: lakum dinukum waliya din yang artinya bagimu din ( agama )mu, dan bagiku din (agama)ku. (Al-Kafirun Ayat 6).
Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
Fungsi Agama dan dakwah, mempunyai hubungan yang erat, jika kita sudah memahami mengenai fungsi agama, pastinya nanti kita akan termotivasi untuk melakukan dakwah. Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, namun realitanya orang hanya memahami secara parsial, dalam arti dakwah hanya dipahami secara keagamaan saja, misalnya dalam bentuk nasihat,pengajian , dan acara – acara keagaamaan saja, dan lain sebagainya. Melalui Dakwah Umat islam di Indonesia, harus menjadi umat yang moderat, umat yang saling membahu, dan umat yang memiliki tujuan bersama untuk maju dalam berbagai bidang. Dalam bidang ekonomi misalnya, moderat dapat diartikan sejahtera, berarti umat islam Indonesia harus Sejahtera. Dalam budaya, moderat dapat diartikan tidak ekstrim, artinya umat islam harus mampu beradaptasi dengan budaya dengan tetap melakukan filter yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam bidang politik, moderat dapat diartikan terbuka, arti nya umat islam harus terbuka untuk berinteraksi dan berdialog dengan pihak manapun tanpa memaksakan ideologi politik. Dalam bidang Pendidikan moderat diartikan berperadapan tinggi, maksudnya umat islam Indonesia harus maju, tidak terbelakang dalam pendidikan. Dalam bidang keagamaan, moderat diartikan menerima perbedaan, artinya umat Islam harus bijaksana dalam menghadapi kemajemukan dengan menunjukan sikap saling menghormati dan mengasihsayangi, tidak sebaliknya membenci. Oleh karena itu, mempelajari fungsi agama dan dakwah untuk pemberdayaan umat islam Indonesia adalah sangat penting.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang tersebut, maka beberapa masalah yang dapat di rumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Mengapa Manusia perlu Beragama ?
2. Apa saja fungsi agama bagi manusia ?
3. Apa saja indikator – indikator orang beragama ?
4. Bagaimana fakta empirik tentang kondisi umat Indonesia dalam berbagai bidang ?
5. Bagaimana konsep dakwah dan bentuk kongkit dakwah untuk pemberdayaan umat Islam Indonesia di berbagai bidang ?
6. Siapa saja pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat Islam Indonesia ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan uraian tersebut, secara terperinci tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1) Mempelajari dan memahami alasan – alasan manusia perlu beragama.
2) Mempelajari dan memahami Fungsi agama bagi Manusia.
3) Mempelajari dan memahami indikator – indikator Manusia yang Beragama.
4) Mengamati dan mempelajari fakta empirik tentang kondisi umat islam Indonesia di berbagai bidang.
5) Mempelajari dan memahami dakwah dan pemberdayaan umat islam di indonesia.
6) Mengetahui pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat Islam Indonesia.
1.4 Manfaat
Berdasarkan hal tersebut, manfaat penulisan sebagai berikut :
1. Agar pembaca mengetahui alasan – alasan manusia perlu beragama.
2. Agar pembaca mengetahui dan memahami fungsi agama bagi manusia.
3. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami indikator – indikator Manusia yang beragama.
4. Agar pembaca mengetahui fakta – fakta empirik kondisi umat Islam Indonesia.
5. Agar pembaca mengetahui pengetahuan tentang dakwah dan pemberdayaan umat islam di Indonesia.
6. Agar pembaca mengetahui pihak – pihak yang berperan dalam pemberdayaan umat islam Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN
( Fungsi Agama dan Pemberdayaan Umat di Berbagai Bidang )
2.1 Fungsi Agama dalam Kehidupan Manusia
Dalam menjalani kehidupan, manusia pastinya memerlukan agama sebagai pedoman, agar selalu berada di jalan yang benar. Dalam Al-Qur’an, agama disebut Millah, misalnya Millatu Ibrahim yang artinya agama (yang dibawa) Ibrahim.(An-Nahl:123). Selain itu dalam Al-Qur’an agama disebut juga din atau ad-din. Misalnya: lakum dinukum waliya din yang artinya bagimu din ( agama )mu, dan bagiku din (agama)ku. (Al-Kafirun Ayat 6). Menurut Drs. Hasbullah Bakry, menyebutkan bahwa: “ Agama adalah jalan hidup dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berpedoman kitab suci dan dipimpin oleh seorang nabi”. Dengan definisi ini dapat diketahui, bahwa yang dimaksud agama itu mengandung empat macam unsur: 1. Agama itu merupakan jalan hidup ( way of life ).
2. Agama itu mengajarkan kepercayaan (keimanan) adanya Tuhan Yang Maha Esa.
3. Agama itu mempunyai kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu yang diterima oleh nabinya dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Agama itu dipimpin oleh seeorang Nabi. Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
2.1.1. Alasan – alasan Manusia perlu beragama Agama
sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah membutuhkan agama. Berikut ini adalah sebagian dari alasan – alasan mengapa manusia perlu beragama :
1. Manusia Memerlukan agama untuk membantu dan memberikan pencerahan spiritual pada dirinya.
2. Agama mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan kepada Allah atas segala usaha yang telah dilakukan ( tawakal ).
3. Melalui informasi agamalah penyandaran kepada Allah dilakukan.
4. Agama merupakan respons terhadap kebutuhan untuk mengatasi kegagalan yang timbul akibat ketidak mampuan manusia untuk memahami kejadian atau peristiwa yang tidak diketahui dengan tepat.
5. Dalam menghadapi masalah, Agama mengajarkan kepada manusia agar menyerahkan sepenuhnya kepada Allah melalui cara – cara spiritual.
6. Agama juga memberi isyarat kepada manusia dan alam bahwa ada Zat yang lebih unggul, Zat Yang Maha segalanya.
7. Agama diperlukan untuk menjadi dasar dalam menata kehidupan.
8. Agama menjadi bagian dari kehidupan kita dalam berbagai aspek , profesi dan waktu yang kita jalani.
2.1.2. Fungsi Agama bagi Manusia
Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalamkehidupan manusia, antara lain adalah: 1. Karena agama merupakan sumber moral
2.Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
3.Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalahmetafisika.
4.Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusiabaik di kala suka, maupun di kala duka.
Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. S.al-Nahl (16) : 78. “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahuapa-apa. Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapisedikit di antara mereka yang mensyukurinya”.
Dalam keadaan yang demikian itu, manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan, baik dari dalam, maupun dari luar dirinya. Godaan dan rayuan dari dalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.Godaan dan rayuan yang berusaha menarik manusia ke dalaml ingkungan kebaikan, yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin disebut dengan malak Al-hidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada hidayah atau kebaikan.
2.Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada kejahatan,yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah, yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan.
Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia darikejahatan :atau kemungkaran.
Ada beberapa fungsi dari agama, yaitu :
1. Fungsi Agama Kepada Manusia Dari segi pragmatisme,
seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang diuraikan di bawah:
1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia senantiasa memberi penerangan mengenai dunia (sebagai satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia didalam dunia. Penerangan bagi perkara ini sebenarnya sukar dicapai melalui indra manusia,melainkan sedikit penerangan dari falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati Allah SWT.
2. Menjawab berbagai persoalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian persoalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan persoalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya persoalan kehidupan sesudah mati, amatlah menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Maka, maka “fungsi agama” menjawab persoalan-persoalan ini.
3. Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah kerena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, malah tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
4. Memainkan fungsi kawanan sosial.
Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial.
2. Fungsi Sosial Agama
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor). Pembahasan tentang fungsi agama, disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat.
1. Fungsi Integratif Agama
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.
2. Fungsi Disintegratif Agama.
Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkaneksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain.
3. Fungsi Agama Menurut Zakiah Daradjat
Zakiah Daradjat berpendapat bahwa agama sebagai sumber sistem nilai merupakan petunjuk/pedoman dan pendorong bagi manusia untuk memecahkan berbagai persoalan hidupnya. Sebagai petunjuk/pedoman, agama memberikan isyarat kepada manusia agar hidup yang dijalani tidak salah. Agama tidak sekedar diyakini dan diucapkan tetapi juga diamalkan dan dan diinternalisasikan dalam aktivitas yang dijalankan manusia. Sebagai pendorong, agama menjadi motivator yang paling kuat dalam meneguhkan keyakinan manusia. Al-Qur’an mengajarkan barang siapa yang bersungguh – sungguh memohon kepada Allah, Allah pasti mengabulkan.(QS. Al-Baqarah:186). Oleh karena itu, kita jangan sampai kehilangan motivasi agama dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam menggapai cita – cita.
4. Fungsi Agama Menurut Thomas F. O’dea
Menurut Thomas F.O’dea dalam Ahmad Saebani agama berfungsi menyediakan motivasi positif bagi pemeluknya, serta sebagai pelipur lara dan rekonsiliasi. Motivasi positif yang dimaksud dapat diilustrasikan sebagai berikut: Ketika seseorang mengalami musibah, pasti akan merasa sedih,kecewa,frustasi dan lain sebagainya. Pada saat itulah orang beragama tidak boleh larut dalam kesedihan dan menyandarkan kepasrahannya kepada Allah sebagai Zat yang memberi pertolongan. Motivasi positif juga dapat digambarkan bahwa ketika seseorang menginginkan sesuatu yang diharapkan tercapai, agama memberikan dorongan kepada orang tersebut supaya memiliki tekad bulat dan optimis sebagai modal utama suatu keberhasilan seraya berikhtiar kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan semua yang diinginkan.
Gambaran Agama yang berfungsi sebagai pelipur lara maksudnya, ketika seseorang mengalami kenyataan hidup yang menyedihkan, maka agama memberikan kabar gembira bahwa itu semua akan mendapatkan balasan yang lebih baik asalkan seseorang itu ikhlas dan sabar dalam menjalani ujian itu, karena semua itu berasal dan akan kembali kepada Allah.(QS Al-Baqarah:155-156). Gambaran Agama yang berfungsi sebagai Rekonsilisasi maksudnya adalah ketika seseorang atau kelompok sedang dihadapkan pada suatu kebencian terhadap sesama bahkan pertikaian yang pada akhirnya melahirkan ketegangan dan permusuhan, maka agama mengajarkan kepada kita bahwa kita adalah bersaudara, sama – sama sebagai hamba Allah, karena itu kebencian dan permusuhan tidak patut kita lakukan.
5. Fungsi Agama Menurut Teori Ibnu Khaldun
Menurut Teori Ibnu Khaldun (dalam Saebani,2007) agama berfungsi sebagai pendorong kuat bagi terbentuknya perilaku kolektif dalam suatu kelompok karena agama dipanndang sebagai salah satu bagian dari sistem sosial dan budaya. Ketika seseorang berada dalam komunitas orang yang sedang berbuat kebaikan maka orang itu secara langsung maupun tidak langsung akan terdorong untuk melakukan hal serupa seperti orang – orang yang ada di komunitas itu, terlepas dari perasaan terpaksa atau tidak.
6. Fungsi Agama Menurut Endang Saifudin Ashari
Menurut Endang Saifudin Ashari, agama berfungsi sebagai pustaka kebenaran. Dalam kaitan ini, dapat dijelaskan bahwa agama memberikan kebenaran mutlak, memberikan kepastian, memberikan referensi bagi manusia, untuk membimbing kehidupannya. Oleh karena itu, manusia tidak boleh meragukan kebenaran dan kepastian yang bersumber dari agama.
7. Fungsi Agama Menurut H.M. Rasjidi H.M.
Rasjidi menjelaskan fungsi – fungsi agama sebagai berikut:
1. Agama sebagai sistem kepercayaan,
agama akan memberikan pegangan yang lebih kokoh tentang masa depan yang lebih pasti bagi manusia.Disamping itu, sistem kepercayaan yang benar dan dihayati dengan mendalam akan menjadikan manusia sebagai seseorang yang memiliki takwa.
2. Agama sebagai sistem ibadah,
agama akan memberikan petunjuk kepada manusia, tentang tata cara berkomunikasi dengan Tuhan menurut yang dikehendakiNya sendiri. Sistem ini tidak diragukan lagi manfaatnya yang dapat menetralisir keadaan jiwa manusia sehingga tercipta suasana optimisme dalam hidup.
3. Agama sebagai sistem kemasyarakatan,
agama akan memberi pedoman dasar dan ketentuan pokok yang harus dipegangi oleh manusia dalam mengatur hubungannya dengan sesama, baik secara individu maupun kelompok, yang akhirnya tercipta aturan – aturan yang harus disepakati, yang diantaranya meliputi hak dan kewajiban.
2.1.3. Indikator Manusia yang Beragama
1. Keteguhan Iman
Gambaran keteguhan iman seseorang dapat dilihat dari sikap dan perilakunya.
Sikap dapat mencerminkan seseorang apakah ia termasuk orang yang teguh dalam memegang prinsip ataukah orang yang mudah terpengaruh. Sedangkan perilaku dapat mencerminkan perbuatan seseorang apakah perbuatannya mengarah pada hal-hal yang positif atukah negatif. Seseorang yang memiliki keteguhan iman akan selalu beupaya bahwa kehidupan yang dijalani tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama. Dalam pengalaman hidup manusia, iman akan senantiasa mengalami pasang-surut. Pasang-surutnya iman akan menggambarkan apakah seseorang itu termasuk orang yang teguh imanya ataukah rapuh. Pasang-surutnya iman selain karena faktor internal ( jiwanya yang kosong dengan nilai – nilai agama ) juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, misalnya himpitan ekonomi, ditawari pindah agama dan dijamin kehidupannya , faktor pergaulan, dan lain sebagainya. Hal yang demikian menggambarkan bahwa seseorang tidak memiliki keimanan yang teguh.
2. Konsistensi dalam Menaati Ajaran Agama
Ada sebagian orang yang memahami bahwa kita menjalankan ajaran agama itu secukupnya saja, tidak perlu terlalu taat dan juga tidak sering melanggar ajaran agama. Bahkan ada yangt menganggap kita beragama itu STMJ saja, yaitu shalat terus, maksiat jalan. Hal yang demikian sesungguhnya menunjukkan ketidak konsistenan kita kepada Allah. Al-qur’an mengajarkan kita untuk konsisten memegang iman dan menjalankan ajaran agama dengan baik. Dengan konsisten beragama itulah Allah akan memberikan balasan yang lebih baik bagi kita, baik didunia maupun di akhirat. Dalam beragama juga terdapat pilar-pilar yang dapat memberikan indikator apakah seseorang telah beragama secara holistik, dalam bahasa agama disebut kaffah(menyeluruh) ataukah parsial saja. Pilar tersebut mengadopsi pada pilar pendidikan menurut UNESCO, yang dalam istilahagama dapat disandingkan dengan istilah ilmu, amal, dan ihsan.
Pilar-pilar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
Pertama,learning to know atau ilmu (belajar mengetahui), dalam agama seseorang harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk dapat menjalankan ajaran agama dengan baik agar tidak keliru dan agarberagamanya juga lebih berkualitas karena didasarkan pada ilmu.
Kedua, learning to do atau amal (belajar untuk mengamalkan), agama tidak sekedar untuk diketahui akan tetapi ia perlu dilakukan secara konkrit atau diamalkan dalam bentuk ibadah-ibadah ritual dan sosial.Konsistensi seseorang dalam beragama dapat dilihat dari apakah diadapat mejalankan perintah agama dengan baik ataukah tidak, apakah diadapat meninggalkan apa yang dilarang oleh agama atau tidak.
Ketiga,learning to be atau ihsan secara pribadi, agama yang telah diketahui dan diamalkan harus dapat membentuk kepribadian yang baik bagi seseorang yang telah beragama. Dengan kata lain, seseorang harus menjadi pribadi yang baik karena telah mengetahui dan mengamalkan ajaran agama.
Keempat,learning to live together, dalam beragama bukan hanya sekedar berurusan dengan Allah akan tetapi juga berurusan dengan sesama yang diwujudkan dalam bentuk jalinan hubungan baik dengan sesama.
3. Kesalehan dalam Bersikap dan Berperilaku
Seseorang yang telah meneguhkan keimanannya, kemudian menaati apa saja yang ditetapkan oleh agama, baik dalam bentuk perintah maupun larangan, belum dapat dikatakan sempurna imannya kalau belum mewujudkan kesalehan dalam dirinya. Kesalehan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari adalah membangun kesadaran bahwa kita sesama hamba Allah harus saling berbuat baik kepada sesama, tidak saling membenci, memfitnah, memusuhi,apa lagi mencelakakan orang lain.
Bagi umat Islam, dalam mewujudkan kesalehan individu dan kesalehan sosial memiliki rujukan keteladanan, yakni pribadi Nabi Muhammad SAWs ebagaimana firman Allah : Laqad kanna nlakum fii rasulillahi uswatunhasanah...(QS. Al-Ahzab : 21). Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapatsuri tauladan yang baik bagi kalian. Dalam hidup bermasyarakat Rasulullah selalu menghadirkan kesejukan, kenyamanan, kemanfaatan, dan kebaikan-kebaikan lainnya sehingga lawan pun menjadi segan. Kesalehan yang demikianlah yang dapat mengantarkan Rasulullah SAW sukses dalammeujudkan masyarakat madani.Perbedaan orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beragama dan orang-orang yang pura-pura dalam beragama dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu apakah orang itu imannya teguh atau rapuh, apakah orang itu konsisten menaati ajaran agama ataukah mengabaikannya, apakah orang itu memiliki kesalehan dalam bersikap dan berperilaku ataukah tidak berakhlak (bermoral).
2.2 Dakwah dan Pemberdayaan Umat Islam Indonesia
Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, namun realitanya orang hanya memahami secara parsial, dalam arti dakwah hanya dipahami secara keagamaan saja, misalnya dalam bentuk nasihat,pengajian , dan acara – acara keagaamaan saja, dan lain sebagainya. Dakwah arti bahasanya : ‘menyeru’, ‘mengajak’, ‘memanggil’, ‘mengundang’. Dakwah arti istilah : “suatu strategi penyampaian nilai-nilai Islam kepada umat manusia demi terwujudnya tata kehidupan yang imani dan realitas hidup yang islami.” Dakwah dalam arti luas : “ suatu ajaran agama islam yang dapat memberikan penguatan umat sehingga umat islam bisa berdaya dalam berbagai bidang
Melalui Dakwah Umat islam di Indonesia, harus menjadi umat yang moderat, umat yang saling membahu, dan umat yang memiliki tujuan bersama untuk maju dalam berbagai bidang. Dalam bidang ekonomi misalnya, moderat dapat diartikan sejahtera, berarti umat islam Indonesia harus Sejahtera. Dalam budaya, moderat dapat diartikan tidak ekstrim, artinya umat islam harus mampu beradaptasi dengan budaya dengan tetap melakukan filter yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam bidang politik, moderat dapat diartikan terbuka, arti nya umat islam harus terbuka untuk berinteraksi dan berdialog dengan pihak manapun tanpa memaksakan ideologi politik. Dalam bidang Pendidikan moderat diartikan berperadapan tinggi, maksudnya umat islam Indonesia harus maju, tidak terbelakang dalam pendidikan. Dalam bidang keagamaan, moderat diartikan menerima perbedaan, artinya umat islam harus bijaksana dalam menghadapi kemajemukan dengan menunjukan sikap saling menghormati dan mengasihsayangi, tidak sebaliknya membenci.
2.2.1. Fakta Empirik tentang Kondisi Umat Islam Indonesia dalam Berbagai Bidang
1. Bidang Ekonomi
Jika kita perhatikan kondisi masyarakat di pinggiran kota Jakarta, baik di daerah Banten, Jawa Barat atau pun di Jakarta itu sendiri. Kita akan menemukan perkampungan-perkampungan kumuh yang diisi oleh masyarakat miskin. Gambaran kemiskinan ini juga dapat kita lihat di desa-desa, terutama di daerah pertanian yang jauh dari perkotaan. Kenyataan ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan, kemiskinan, terjadi di perkotaan maupun di pedesaan. Pendapatan mereka tidak lebih dari $ 5/hari (mungkin malah kurang). Mereka tinggal di daerah-daerah (pinggiran kota) seperti terisolasi dari peradaban, padahal letak dari ibu kota negeri ini tidak lebih dari ratusan kilometer saja. Bandingkan dengan pendapatan di negara-negara tetangga kita, seperti di Malaysia, Singapura, Australia dan apalagi di negeri barat sana. Di negara-negara ini pendapat masyarakat paling rendah adalah $ 20 /jam jika sehari mereka kerja delapan jam berarti pendapatn mereka $ 160 USD, jika di rupiahkan sekitar Rp. 1.440.000,- (Satu juta empat ratus empat puluh ribu rupiah). Hitungan ini sama-sama berdasar pada pekerjaan yang paling kasar dan tidak membutuhkan keahlian khusus, seperti kuli bangunan, cleaning service, penjaga toko dan lainya. Itu artinya pekerjaan sehari di luar negeri sama dengan gaji orang kantoran satu bulan.
Kondisi ekonomi yang tidak mengalami perubahan berarati, mengakibatkan lahirnya berbagai persoalan sosial. Terutama kesenjangan ekonomi yang semakin tajam akan mengancam stabilitas sosial politik bangsa. Meningkatnya orang-orang kaya dengan pendapatan jauh melebihi masyarakat pada umumnya akan semakin memperuncing persoalan akibat kesenjangan sosial ini. Karena kesenjangan ini membuat frustasi orang-orang miskin di bumi ini, sekaligus akan memacu tingkat kejahatan di negeri ini. Berbicara kemiskinan di Indonesia sama saja berbicara kemiskinan umat islam, karena mayoritas penduduk indonesia adalah muslim. Oleh karena itu diperlukan solusi agar tidak terjadi kesenjangan dan ketimpangan sosial yang mencolok. Jumlah umat islam yang besar itu merupakan potensi untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, tapi apa daya umat islam , Indonesia sendiri hingga kini masih miskin. Kemiskinan itu bisa terjadi karena tidak berpihak kepada rakyat ( kemiskinan struktural), akan tetapi disisi lain, juga terjadi karena kemalasan untuk memperdayakan potensi yang dimiliki( kemiskinan kultural).
2. Bidang Budaya
Secara budaya umat indonesia, banyak yang disetir oleh budaya asing, sehingga tanpa disadari mereka telah berklibat pada budaya asing, seperti dalam hal gaya hidup, pergaulan, pakaian, makanan, dan lain – lain. Realitas yang demikian, sesungguhnya memprihatinkan kita bersama. Disisi lain, dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, tidak terkecuali masyarakat muslim juga ikut – ikutan menjajahkan diri ke dalam kebiasaan barat yang negatif.
Banyak umat Islam sekarang ini sudah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Islam hanya dijadikan sebagai identitas pribadi seperti yang tertulis di KTP, namun prilakunya tak jauh beda dengan orang-orang nonmuslim. Kita juga sering melihat di TV, banyak artis-artis yang beragama Islam tapi pakaiannya seperti orang telanjang, serta yang anehnya lagi dipertontonkan kepada khalayak umum seolah-olah seperti itulah kelakuan dan penampilan seorang muslim.
Hari ini mulai dari anak kecil sampai orang tua sekalipun terkagum-kagum melihat budaya Barat dan meninggalkan budayanya yang Islami yang menjadi budaya nenek monyang kita bersama, seolah-olah budaya Baratlah yang paling baik dan sempurna. Dan anehnya mereka mempraktikkan langsung dalam kehidupanya sehari-hari mulai dari cara berumah tangga, dalam berpakaian, pergaulan, semua kita meniru budaya Barat. Padahal Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, namun mengapa kita tidak mengindahkan budaya kita sendiri. Umat Islam harus bangkit kembali meraih kemajuan, namun cara untuk meraihnya tidaklah mudah, butuh proses yang tepat untuk menemukan kunci kemajuan umat Islam. Di antara hal-hal yang perlu kita lakukan adalah: Pertama, mulailah dari kesadaran diri, mulai dari hati kita sendiri dan mulailah pada saat ini, karena itulah modal utama untuk meraih kemajuan. Kedua, bukalah pemikiran yang baru untuk memikirkan realitas yang terjadi selama ini. Ketiga, belajar mengkaji ilmu pengetahuan baik yang ada dalam Islam maupun di Barat, kita jangan menjadi anti-Barat dan juga jangan menelan mentah-mentah setiap yang datang dari Barat, kita harus mengkaji secara mendalam sehingga kita bisa mengambil sisi positif. Keempat, bekerja keras tanpa ada rasa lelah dan menyerah karena Islam tidak pernah mengenal kata-kata menyerah. Dan, kelima, persatuan seluruh umat Islam, inilah yang sangat penting untuk di wujudkan supaya Islam menjadi kuat dan bersatu karena umat Islam adalah umat yang bersaudara. 2.2.2. Dakwah dan Bentuk Kongkrit Pemberdayaan Umat Islam Indonesia 1. Bidang Ekonomi Umat Islam yang berada dibawah garis kemiskinan, perlu mendapat sentuhan langsunguntuk diperdayakan hidupnya agar mencapai taraf hidup yang layak, melalui progam – progam kongkrit seperti PNPM, progam penyaluran harta dari zakat, dan lain sebagainya. 2. Bidang Pendidikan Umat Islam perlu mendapat penyuluhan akan arti pentingnya pendidikan melelui progam partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan, perlu dirintisnya pendidikan murah,bahkan gratis. 3. Bidang Budaya Fenomena sebagian besar generasi muda islam sudah mulai bergeser ke barat, sikap yang mereka tunjukan adalah kebebasan tanpa kontrol norma-norma agama.Realita yang demikian, kita membutuhkan progam kegiatan yang lebih bermanfaat dengan kemasan yang lebih menarik bagi anak muda, seperti kompetetisi olahraga, unjuk keterampilan, kegiatan keagamaaan, dan lain sebagainya. 3. Bidang politik Umat Islam masih masih menjadi sasaran politik uang, mudah terbawa arus.Oleh karena itu, perlu pemberdayaan politik umat islam, misalnya adanya pencerahan politik melelui penyuluhan, dan penerapan prinsip kejujuran sesuai hati nurani dalam melakukan kegiatan politik. 4. Bidang Keagamaan Di bidang keagamaan, perlu adanya, penyadaran bagi umat islam bahwa ktika seseorang sudah menjadi muslim maka ada konsekuensi untuk bertakwa kepada Alloh SWT. Penyadaran dapat dimulai dari orang tua pada anak – anaknya yang dimulai sejak dini. Keteladanan terlebih dahulu, dari generasi yang lebih tua, agar proyeksi menjadikan generasi muda menjadi pemeluk agama yang konsisten bisa tercapai dengan mudah.
2.2.3. Pihak yang Berperan dalam Pemberdayaan Umat Islam Indonesia Menurut AS Hikam,
LSM mempunyai peran penting dalam pembberdayan masyarakat sipil.. Salah satu kemempuannya memperkuat masyarakat akar rumput melalui berbagai aktivitas pendamping, pembelaan dan penyadaran. Disamping itu, secara individual, pemberdayaan umat islam indonesiadapat dilakukan oleh orang – orang yng memikili kepeulian masa depan umat islam indonesia. Disisi lan, gerakan nasional di bidanng pemberdayaan umatislam perlu di maksimalkan lagi Di samping itu pemerintah selaku penyelenggara negara juga memiliki kewajiban untuk memperdayakan rakyatnya melalui progam yang berpihak pada rakyat, menyantuni fakir miskin dan anak telantar, menyediakan lapangan kerja yang memadai, tidak melakukan ekonomi kapitalis, melakukan filter terhadap budaya asing, membuat kebijakan pendidikan yang biayanya terjangkau, membuat saluran dialog dan interaksi sosial agar terwujud kehidupan sosial yang harmonis, serta membuat kebijakan yang dapat melindungi semua pemeluk agama.
BAB III
PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Agama diturunkan oleh Alloh SWT memang sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Alloh SWT, sesama manusia dan alam.
Fungsi Agama dan dakwah, mempunyai hubungan yang erat, jika kita sudah memahami mengenai fungsi agama, pastinya nanti kita akan termotivasi untuk melakukan dakwah. Dakwah sejatinya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemberdayaan umat islam dalam berbagai bidang, Dakwah tidak sekedar memperdayakan umat islam di bidang keagamaan saya, tetapi juga bidang yang lain. .
3.2 Saran
Perlu ditingkatkan lagi Pemberdayaaan umat islam melalui dakwah.
panjangnya... :/
ReplyDelete