RANGKUMAN IPA KELAS 5 TEMA 2

 A. Alat dan Sistem Pernapasan pada Cacing Tanah (Vermes)
·     Cacing bernapas melalui permukaan kulit.
·     Kulit cacing selalu basah dan berlendir untuk memudahkan penyerapan oksigen dari udara.
·     Di bawah permukaan kulit cacing yang tipis, terdapat pembuluh udara.
·     Saat udara masuk melalui kulit, oksigen diikat oleh darah.
·     Pada darah cacing terkandung hemoglobin sehingga mampu mengikat oksigen.
·     Oksigen yang diikat oleh hemoglobin lalu diedarkan ke seluruh tubuh.
·     Zat sisa pembakaran berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulit.
 

B. Alat dan Sistem Pernapasan pada Serangga (Insekta)
·     Alat pernapasan serangga berupa trakea, yaitu sistem tabung yang memiliki banyak percabangan di dalam tubuh.
·     Percabangan trakea disebut trakeola.
·     Trakea mengedarkan oksigen langsung ke semua sel tubuh dan organ serta menyerap karbon dioksida dari semua sel tubuh untuk dibuang.
·     Udara memasuki trakea melalui pori-pori kecil di permukaan tubuh serangga yang disebut spirakel.
·     Selanjutnya udara beredar melalui pembuluh udara kecil.
·     Sel-sel tubuh mengambil oksigen langsung dari pembuluh udara kecil itu.
·     Karbon dioksida dari sel akan mengalir ke trakeola, lalu dibuang melalui lubang spirakel.
C. Alat dan Sistem Pernapasan pada Ikan (Pisces)
·   Ikan bernapas dengan organ khusus mirip saringan yang disebut insang.
·   Insang berbentuk lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.
·   Insang terdapat tepat di belakang rongga mulut pada kedua sisi kepala ikan.
·   Biasanya insang dilindungi oleh selaput atau rangka yang disebut tutup insang (operkulum).
·   Di balik tutup insang ini terdapat empat deret insang yang saling tumpang tindih.
·   Pada insang terdapat pembuluh darah halus.
·   Pembuluh darah itu dapat menyerap oksigen yang terkandung dalam air dan melepaskan karbon dioksida dari darah.
·   Insang juga berfungsi sebagai alat pengeluaran garam-garam dan sebagai penyaring makanan.
·   Untuk memperoleh cukup oksigen, mulut ikan dan insang bekerja bersama-sama seperti pompa isap air.
·   Pertama-tama tutup insang menutup. Secara bersamaan mulut terbuka dan dinding mulut mengembang. Saat itulah air terisap masuk.
·   Kedua, rongga mulut menyempit dan mulut menutup. Secara bersamaan tutup insang terbuka. Akibatnya air keluar dari mulut dan melewati insang. Saat itulah oksigen dari dalam air terserap dan karbon dioksida dikeluarkan.

D. Alat dan Sistem Pernapasan pada Hewan Amfibi
·     Katak termasuk hewan amfibi, yaitu hewan yang hidup di darat dan di air.
·     Saat masih berupa kecebong, katak hidup di dalam air dan bernapas menggunakan insang.
·     Insang kecebong terletak di luar tubuhnya dan terdiri atas lembaran-lembaran kulit halus mengandung kapiler darah.
·     Setelah berumur 9 hari, kecebong bernapas menggunakan insang dalam.
·     Insang dalam akan menyusut seiring mulai berfungsinya paru-paru dan katak muda pun tumbuh menjadi katak dewasa.
·     Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan permukaan kulit.
 
 
E. Alat dan Sistem Pernapasan pada Reptil
·     Hewan yang termasuk jenis reptil di antaranya ialah ular, kadal, cecak, buaya, dan biawak.
·     Reptil bernapas mengunakan paru-paru.
·     Udara masuk melalui hidung, lalu ke batang tenggorokan, lalu ke paru-paru.


F. Alat dan Sistem Pernapasan pada Burung (Aves)
·   Burung bernapas dengan sepasang paru-paru.
·   Paru-paru burung terletak di dalam rongga dada.
·   Udara yang mengandung oksigen masuk melalui lubang hidung pada pangkal paruh sebelah atas.
·   Selanjutnya udara masuk ke pembuluh udara yang disebut trakea.
·   Dari trakea, udara sebagian masuk ke paru-paru dan sebagian lagi masuk ke kantong udara.
·   Burung menghirup udara sebanyak-banyaknya saat tidak terbang.
·   Sebaliknya, saat terbang, burung tidak menghirup udara. Udara diembuskan dari kantong udara ke paru-paru.
·   Kantong udara burung berfungsi sebagai tempat menyimpan udara.
G. Alat dan Sistem Pernapasan pada Mamalia
·     Mamalia adalah jenis hewan yang menyusui anaknya.
·     Ada dua jenis mamalia, yaitu mamalia darat dan mamalia air.
·     Mamalia darat misalnya kambing, sapi, kerbau, dan kuda.
·     Mamalia air misalnya paus, duyung, dan lumba-lumba.
·     Alat pernapasan mamalia darat terdiri atas hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru.
·     Pada mamalia air, hidungnya dilengkapi dengan katup. Saat mamalia tersebut menyelam, katup akan menutup.
·     Sebaliknya, saat mamalia tersebut muncul ke permukaan air, katup terbuka dan mereka bernapas.


H. Sistem Pernapasan pada Manusia
·     Fungsi bernapas adalah proses menghirup atau memasukkan oksigen dari udara yang akan digunakan untuk membakar atau mengoksidasi makanan serta mengeluarkan sisa hasil oksidasi, yaitu karbon dioksida. Pernapasan manusia bertujuan untuk memperoleh oksigen dari udara dan mengeluarkan gas sisa pembakaran dari dalam tubuh.
·     Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yaitu saluran pernapasandan mekanisme pernapasan. Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang sifatnya berfungsi sebagai tempat perlintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan, saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru. Banyak yang menyebutkan bahwa proses bernapas disebut juga dengan proses Respirasi. Proses bernapas akan berlangsung jika ditunjang oleh alat-alat pernapasan. Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai Sistem Pernapasan Pada Manusia yang mencakup organ-organ pernapasan, serta beberapa gangguan yang berhubungan dengan sistem pernapasan.
 
 
Alat Pernapasan Manusia
1.        Hidung (Cavum Nasalis)
 
·       Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Manusia menghirup udara melalui hidung. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja, namun juga gas-gas yang lain. Misalnya, karbon dioksida (CO2), belerang (S), dan nitrogen (N2). Gas-gas tersebut ikut terhirup, namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah.
·       Selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra penciuman yang sangat sensitif. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Dari rongga hidung, udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan.
 
 
2. Tekak (Faring)
 

Faring adalah tabung fibromuskular yang terdapat persis didepan tulang leher yang berhubungan dengan rongga hidung, rongga telinga tengah, dan laringFungsi utama faring adalah sebagai saluran alat pencernaan yang membawa makanan dari rongga mulut hingga ke Esofagus. Hubungan faring dengan rongga hidung dan laring ini membuat faring menjadi cukup penting dalam produksi suara, serta memungkinkan manusia untuk bernapas menggunakan mulut serta jika diperlukan secara medis memasukkan makanan melalui hidung.
3. Tenggorokan (Trakea)

·        Trakea juga dikenal sebagai tenggorokan adalah tabung tulang yang menghubungkan hidung dan mulut ke paru-paru, hal ini merupakan bagian penting dari sistem pernafasan pada vertebrata.
·        Dalam anatomi, tenggorokan adalah bagian dari leher yang terdiri dari faring dan laring. Tenggorokan memiliki sebuah selaput otot yang dinamakan epiglottis yang berfungsi untuk memisahkan esofagus dari trakea dan mencegah makanan dan minuman untuk masuk ke saluran pernapasan. Tenggorok itu terdiri dari 2 bagian:
·        Jalan makan (kerongkongan): Orofaring, hipofaring dan esofagus
·        Jalan napas (tenggorok): Faring, laring dan trakea
selain itu, jika makanan masuk ke Tenggorokan kita akan tersedak.
4. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
·     Cabang Tenggorokan atau Bronkus merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih tipis. Kedudukan bronkus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkus kanan, sehingga bronkus kanan lebih mudah terserang penyakit. Bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus.

5. Bronkiolus
·        Fungsi Bronkiolus Secara sederhana dapat dijelaskan kalau fungsi dari bronkiolus adalah sebagai media yang menghubungkan oksigen yang kita hirup agar mencapai paru-paru.
 
6. Alveolus
·        Alveolus berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.
·        Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
7. Paru – Paru

·        Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. Pembatas ini bukan sekedar pembatas, tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. Paru-paru terbagi menjadi dua buah, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabang-cabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. Gelembung gelembung tersebut disebut alveoli (tunggal: alveolus). Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Agar lebih jelas, perhatikan olehmu gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini.

Adapun macam – macam Kapasitas volum paru-paru saat respirasi antara lain :

  • Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml). Volume tidal dipengaruhi oleh:
  • Berat badan seseorang
  • Jenis kelamin
  • Usia
    • Kondisi fisik
I.    . Bahaya Rokok
·        Sebenarnya tidak sedikit dari kita yang tahu bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Namun banyak pula yang mengabaikannya. Padahal pada bungkus rokok dapat kita baca dengan mudah kalimat tentang bahaya rokok sebagai berikut:
“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”
Namun anehnya masih banyak dari saudara-saudara kita yang merokok dan tidak merasa bahwa perbuatannya merugikan diri sendiri dengan adanya ancaman-ancaman di dalam bungkus rokok yang mereka pegang.
 
Kandungan di dalam rokok
Rokok mengandung ribuan zat dimana 50 persen diantaranya telah diklasifikasikan sebagai zat yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah radioaktif Polonium-201, Acetone (bahan dalam cat), Amonia (pembersih toilet), naphthalene, DDT (pestisida) dan racun arsenik lainnya. Selain itu ketika dibakar, rokok mengeluarkan gas hidrogen sianida yang sering digunakan dalam kamar gas untuk hukuman mati. Belum lagi jika pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang membuat darah sulit mengambil oksigen dari paru-paru. Zat-zat lain yang berbahaya dan sering disebut antara lain adalah Tar dan Nikotin. Tar adalah satu kesatuan dari empat puluh tiga bahan yang menyebabkan kanker. Sedangkan Nikotin adalah zat yang dapat merangsang saraf dan otak sehingga menimbulkan efek kecanduan. Hal inilah yang membuat seorang perokok seringkali sulit melepaskan diri dari jeratan rokok. Dari keseluruhan kasus penyakit jantung yang terjadi pada manusia, 25 persennya merupakan akibat dari merokok
Penyakit-penyakit akibat rokok
Penyakit yang disebabkan oleh rokok tidak terbatas pada yang disebutkan di dalam bungkus rokok saja. Penyakit yang terkait dengan rokok ada banyak sekali, diantaranya adalah:
·        Kanker kandung kemih
·        Kanker lambung, usus dan colon
·        Kanker mulut, tekak dan esofagus

·        Kanker hati dan pankreas

    • Kanker payudara, mulut rahim dan rahim
    • Kanker paru-paru, bronkhitis dan infeksi saluran pernafasan kronis
    • Penyakit jantung dan stroke hemoragik
    • Pengeroposan tulang atau osteoporosis
    • Penurunan kesuburan bahkan kemandulan
    • Keguguran bahkan hingga melahirkan bayi yang cacat
    • Emfisima, ulser peptik dan batuk menahun
J.       Sembilan Bahaya Kabut Asap dan Cara Mengatasinya
 
Kebakaran lahan dan hutan telah menjadi bencana kabut asap. Pemerintah sudah berusaha mematikan titik-titik kebakaran, tetapi hasilnya kabut asap masih ada. Apa saja bahaya kabut asap kebakaran dan apa yang harus kita lakukan apabila di daerah kita terkena kabut asap? Berdasarkan pantauan, indeks pencemaran udara di Jambi, Palembang, dan Palangkaraya sudah sangat tinggi atau tidak sehat. Tidak sehat karena asap kebakaran hutan dan lahan menyebabkan debu atau partikel halus hasil kebakaran seperti jelaga. Saking halusnya, partikel ini akan dengan mudah terisap dan mengotori sistem pernapasan.
Selain partikel halus, asap kebakaran juga mengandung zat-zat berbahaya seperti ozon (O3), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), dan nitrogen oksida (NO2). Kabut asap ini dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik orang
yang kondisinya sehat maupun yang sakit. Namun, pada orang yang kondisi kesehatannya kurang, khususnya pada orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, anak-anak, dan balita, kabut asap adalah bencana yang bisa mengancam jiwa.  Berikut ini beberapa bahaya kabut asap bagi kesehatan:
1.     Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
2.     Kabut asap dapat menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan mungkin juga infeksi.
3.     Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik.
4.     Kabut asap dapat menyebabkan kemampuan kerja paru berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
5.     Kabut asap dapat menyebabkan orang lanjut usia dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah akan lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.
6.     Kabut asap dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mengatasi infeksi paru-paru dan saluran pernapasan, sehingga lebih mudah terjadi infeksi.
7.     Kabut asap dapat memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada.
8.     Kabut asap menyebabkan polusi pada air bersih, tanaman sayuran, buahbuahan, dan makanan yang tidak ditutup.
9.     Kabut asap memperburuk kondisi lingkungan sehingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akan mudah terjadi.
Bagaimana kita melindungi diri dari kabut asap?
1.     Hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
2.     Selalu memakai masker jika harus pergi ke luar rumah/gedung. Pakailah masker dengan benar untuk menutupi hidung dan mulut.
3.     Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering agar debu atau partikel halus yang menempel pada tenggorokan larut dan masuk ke dalam pencernaan sehingga ikut terbuang bersama kotoran.
4.     Segeralah berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.
5.     Segera lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) seperti makan makanan bergizi, banyak minum, banyak mengonsumsi buah, jangan dekat-dekat orang merokok, dan istirahat cukup.
6.     Upayakan agar asap dari luar tidak masuk ke dalam rumah/gedung.
7.     Tempat penampungan air minum dan makanan harus ditutup dan terlindung dengan baik.
8.     Buah-buahan dan sayuran dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanandan minuman yang dimasak perlu dimasak dengan baik.
 

G. Berikut faktor-faktor penyebab gangguan pernapasan.

  1. Faktor Fisik
Adanya kelainan pada organ pernapasan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Misalnya pada bayi terlahir dini (prematur) organ pernapasannya mungkin belum sempurna sehingga memerlukan alat bantu pernapasan.
 

2.     Faktor Penyakit
Banyak penyakit menyebabkan gangguan pada pernapasan. Misalnya influenza, asma, bronchitis, enfisema, dan kanker paru-paru.
3.     Faktor Lingkungan
Kita bernapas untuk menghirup oksigen. Lingkungan kotor, asap kendaraan, asap pabrik, dan asap rokok mencemari udara. Udara tercemar menyebutkan ketersediaan oksigen menipis sehingga kita merasa sesak saat bernapas.

4.       Faktor kebiasaan/ gaya hidup

Kebiasaan yang kita lakukan dapat berpengaruh terhdap penyebab gangguan pernapasan diantaranya yaitu:

  1. Kebiasaan merokok

Merokok adaalah kebiasaan yang menjadi penyebab utama gangguan pernapasan karena dengan rokok akan meninggalkan ribuan toksin dalam paru-paru seperti tar, karbon monoksida, dan nikotin. Ribuan toksin/ racun itu akan mengakibatkan gangguan pernapasan seperti batuk, bronkitis, bahkan pneumonia.

  1. Kurang Berolahraga

Olahraga sangat penting untuk tubuh, bahkan  untuk pernapasan. Jika kita kurang berolahraga badan akan mudah menjadi tidak fit. Kurangnya gerak dan olahraga menyebabkan aliran darah tidak lancar sehingga nutrisi bagi sel-sel, jaringan, dan organ tubuh sangat minim dan sistem imunitas tubuh akan menjadi terganggu sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Tubuh yang dalam keadaan seperti ini akan dengan mudah mengalami gangguan pernafasan.

  1. Kurang Tidur

Tidur yang cukup penting agar system kekbalan tubuh tetap berfungsi dengan baik karena pada saat kita tidur, tubuh akan mengembalikan dan merehabilitasi kerja semua sel-sel tubuh, termasuk jaringan yang menghasilkan sel-sel kekbalan tubuh. Orang yang kekurangan waktu tidurnya biasanya cenderung mengalami gangguan pernapasan misalnya seperti asma, yang biasanya muncul karena alergi atau infeksi.

  1. Stres

Ketidakseimbangan hormone akan terjadi pada orang yang mengalami stress. Ketidakseimbangan hormone akan mengakibatkan system metabolism dan daya tahan tubuh menurun. Berkurangnya daya tahan tubuh seringkali berujung pada infeksi dan gangguan pernapasan. Stress juga bisa menyebabkan sempitnya saluran napas dan memicu asma.

  1. Kurang Minum Air

Air bagi tubuh sangat bermanfaat. Tanpa ir, organ-organ kita akan terganggu dan tidak berfungsi dengan baik. Jika organ bekerja terlalu berat, tanpa adanya asupan air, tentu organ-organ tubuh kita, termasuk juga organ pernapasan, cepat atau lambat akan aus. Hal ini akan berujung pada timbulnya berbagai gangguan pernapasan.

  1. Penyalahgunaan Alkohol
Mengkonsumsi alcohol data merusak system imunitas tubuh kita. Jika imunitas tubuh menjadi lemah, organ-organ tubuh akan lebih mudah terkena infeksi, terutama adalah infeksi yang paling mudah menular, yaitu infeksi melalui pernapasan.
 
K.      Penyakit pada Sistem Pernapasan
 
Organ pernapasan manusia terdiri atas hidung, tenggorokan, dan paruparu. Setiap organ tersebut dapat mengalami gangguan akibat kuman penyakit yang berasal dari lingkungan atau kebiasaan hidup tak sehat. Berikut beberapa contoh gangguan pada sistem pernapasan manusia.
  1. Emfisema, merupakan penyakit pada paru-paru. Paru-paru mengalami pembengkakan karena pembuluh darah pada paru-paru kemasukan udara.
  2.  Asma, merupakan kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi debu, bulu, atau perubahan cuaca. Kelainan ini dapat diturunkan dan dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin.
  3. Kanker paru-paru. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lama-kelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.
  4. Tuberkulosis (TBC), merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Jika penyakit ini menyerang dan dibiarkan semakin luas, dapat menyebabkan sel-sel pada paru-paru mati. Akibatnya paruparu akan menguncup atau mengecil. Hal tersebut menyebabkan para penderita TBC napasnya sering terengah-engah.
  5.  Bronkitis, merupakan gangguan pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Gejalanya adalah penderita mengalami demam dan menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan. Akibatnya penderita mengalami sesak napas.
  6. Influenza (flu), merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini timbul dengan gejala bersin-bersin, demam, dan pilek.
 
L.    Memelihara kesehatan alat pernapasan
·        Agar alat pernapasan kita dapat bekerja dengan baik pada saat bernapas maka kita perlu menjaga dan memeliharanya dengan baik. Hal ini juga dapat mencegah munculnya penyakit atau gangguan yang menyerang alat pernapasan akibat penyakit ataupun udara yang tercemar.
·        Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memelihara alat pernapasan kita adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Berikut ini beberapa contohnya.
  1. Menjaga kebersihan lingkungan : Lingkungan yang ada disekitar kita harus senantiasa bersih, sehingga tidak ada debu yang beterbangan. Selain itu, agar udara di rumah kita tetap bersih maka di rumah harus tersedia lubang udara atau ventilasi yang cukup.
  2. Makan makanan bergizi : Selain kebersihan lingkungan, makan makanan bergizi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan agar alat pernapasan kita terpelihara dengan baik. Hal ini disebabkan karena dengan makan makanan bergizi maka daya tahan tubuh kita akan meningkat.
  3. Olahraga secara teratur :Olahraga secara teratur dapat melancarkan pernapasan, sehingga alat-alat pernapasan pun dapat bekerja dengan baik. Berenang, lari pagi, dan senam merupakan beberapa olahraga yang dapat dilakukan untuk memelihara alat pernapasan pada manusia.
  4. Mengadakan penghijauan :Agar udara yang kita hirup pada saat bernapas merupakan udara yang bersih dan segar maka perlu dilakukan penghijauan di sekitar rumah, sekolah, dan tepi jalan. Hal ini dapat mengurangi udara kotor yang diakibatkan oleh asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan lain-lain.






Comments