A. Nama Allah (al-Asma’ul al-husna)
Nama-nama Allah Swt. Ada sebanyak 99
nama atau disebut dengan al-Asma’u al-husna yang artinya nama-nama yang baik dan indah.
Beberapa
diantaranya dari 99 adalah sebagai berikut:
Al-Mumit (Yang Maha Mematikan)
- Al -Hayyu (Yang Mahahidup)
- Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri/Mandiri)
- Al-Ahad (Yang Maha Esa)
1.
Al-Mumit
mengandung arti Yang Maha Mematikan.
Ø
Allah Swt. telah berfirman:
“Setiap
yang bernyawa pasti mati”. Oleh karena itu, kematian tidak dapat dihindari manusia.
Kematian bukanlah sesuatu yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga
menuju kebahagiaan abadi.
Ø
kita ingin bahagia maka kita ikuti
perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. Misalnya, rajin salat, rajin membaca
al-Qur’ān, rajin belajar, serta patuh dan hormat kepada orangtua dan guru.
Ø
Jauhi yang dilarang oleh Allah Swt. dan
Rasul-Nya. Misalnya mencuri, berkelahi dan menyakiti orang lain. Selain itu,
biasakan berdoa kepada Allah Swt.: “Yā Allah Yā Mumit, wahai Tuhan Yang Maha
Mematikan, matikanlah kami nanti dalam keadaan husnul khātimah”.
2.
Al
-Hayyu (Yang Mahahidup), mengandung
arti bahwa Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup
makhluk-Nya.
Ø
Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah
Swt. Berdo’alah kepada Allah Swt.: “Ya Allah Ya Hayyu, wahai Tuhan Yang Maha
Hidup, Hidupilah kami dalam keselamatan dan kemanfaatan”.
Ø
Tugas manusia adalah memelihara
kehidupan dan mencari rezeki yang sudah disediakan oleh Allah Swt. seperti
memelihara diri sendiri, yaitu dengan cara makan dan minum secara teratur,
jangan berlebihan, dan selalu memelihara kebersihan agar tetap sehat.
Ø
Sedangkan perilaku membantu
kelangsungan hidup orang lain, misalnya bersedekah dengan cara memberi makan,
minum, dan membantu kesehatan orang lain yang membutuhkannya
3.
Al-Qayyum
(Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung
arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya.
Ø
Allah Swt. memberikan pendidikan kepada
manusia supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain.
Ø
Pada zaman dahulu ada pepatah yang menyatakan:
“Berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari)”. Bagi siswa kelas 5, bila di rumah
harus sudah dapat melakukan sendiri hal-hal tertentu. Misalnya, merapikan
tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, mencari sendiri pakaian sekolah,
mengambil sendiri sarapan/ makanan untuk berangkat sekolah, dan sebagainya.
Ø
Berdo’alah kepada Allah Swt: “Yā Allah Yā
Qayyūm, wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri/Mandiri, jadikanlah hidup kami
tidak selalu bergantung kepada orang lain”.
4.
Al-Ahad
(Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa.
Ø
Seperti di al-Qur’ān surat al-Ikhlas
berikut ini: artinya: “katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”.
Disebut pula dengan “al-Wahid” artinya Yang Maha Tunggal atau Maha Esa, tak ada
sekutu bagi-Nya
Ø
Sifat ini memberi pelajaran kepada kita agar selalu
mandiri tidak selalu bergantung kepada orang lain. Misalnya mandi, makan,
berpakaian, mengerjakan PR, menyusun dan merapikan buku pelajaran di rumah dan
sekolah. Kemudian berdoa sendiri: ”Ya Allah, Engkaulah Tuhan satu-satunya,
tiada sekutu bagi-Mu. Engkau tempat meminta. Jadikanlah aku dapat hidup mandiri”
B. BERIMAN KEPADA KITAB – KITAB ALLAH SWT
Ø
Cara beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. Itu dengan
meyakini bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para
Rasul-Nya melalui Malaikat Jibril. Kitab-kitab tersebut harus dijadikan pedoman
hidup untuk menuntun dan mengatur cara kita bersikap dan berperilaku, guna
mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Ø Allah telah menurunkan empat kitab suci serta beberapa suhuf yang diberikan kepada nabi dan rasul yang berbeda jaman dan umatnya. Semua kitab suci dan suhuf tersebut diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul untuk dijadikan sumber kebenaran dan petunjuk untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kitab suci tersebut adalah sebagaimana dijelaskan berikut ini.
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kurang
lebih pada abad 12 SM (sebelum masehi) di daerah Israil dan Mesir. Kitab Taurat
menggunakan bahasa Ibrani.
2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dāūd a.s. Ketika
beliau menduduki tahta sebagai raja Bani Israil pada abad 10 SM di tanah
Kanaan.
3. Kitab
Injil
Kitab Injil
diturunkan kepada Nabi Isa a.s. pada sekitar abad 1 Masehi di daerah
Yerussalem. Dalam bahasa Yunani Injil berarti kabar selamat, pelajaran yang
baru atau kabar gembira.
4. Kitab
al-Qur’ān
Kitab
al-Qur’ān mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pada abad 6 Masehi di
Mekah. Peristiwa turunnya ayat al-Qur’ān atau dikenal dengan Nuzulul Quran,
terjadi pertama kali ketika Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Mekah.
Turunnya alQur’ān menandai awal diangkatnya Muhammad saw. sebagai Rasulullah
(utusan Allah Swt.). Usia beliau saat itu genap 40 tahun. Al-Qur’ān terdiri
dari 114 surat, terbagi dalam 30 juz dan 6236 ayat. Al-Qur’ān diwahyukan selama
22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’ān menyempurnakan seluruh hukum-hukum
Allah Swt. yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia
diturunkan untuk seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi semesta alam atau
disebut juga Rahmatan lil‘Alamin.
C. KITAB ALLAH SWT MEMBAWA AJARAN TERPUJI
Kitab Allah Swt. adalah petunjuk dalam kehidupan. Petunjuk
kepada manusia untuk berperilaku. Misalnya berperilaku kepada Allah Swt.,
berperilaku kepada sesama manusia, berperilaku kepada hewan, tumbuhan, dan alam
semesta. Bahkan berperilaku untuk diri sendiri, misalnya selalu bersih,
makan-minum dengan teratur, dan tidak boleh menyiksa diri.
Contohnya antara lain:
- Berperilaku ke Allah contohnya: sholat, mengangkat tangan Ketika berdoa
- Berperilaku ke sesama manusia contohnya: saling bersalaman sesama teman, menolong teman Ketika terkena musibah
- Berperilaku kepada hewan dan tumbuhan, contohnya: memberi makan ayam, menyiram tanaman
- Berperilaku kepada diri sendiri, contohnya: memotong kuku, mandi, merapikan pakaian sebelum berangkat sekolah.
Comments
Post a Comment